Dear kamu,
Maaf.... ibu belum terlalu berusaha untuk mendapatkanmu sayang. Sementara di sisi lain nafas ini harus trrbagi-bagi akan masalah dunia yang tak berkesudahan. Nanti jika kau disini, jika kau telah dapat berdiri sendiri, jangan pernah kau kendurkan semua mimpi dan impian mu sayang. Kau boleh terjatuh agar kau tahu rasanya sakit, kau boleh bersalah agar kau tau caranya memperbaiki dengan maaf dan khilaf. Kau boleh berpatah hati agar kau tau caranya untuk tetap kuat.
Diam dan berusaha menjadi baik-baik saja itu tidak cukup. Merasakan betapanya dunia yang berat harus ada di punggung dan kepala mu. Kamu harus kuat. Kamu harus keras terhadap dirimu sendiri, bahwa tak ada satu pun di dunia ini yang dapat kau jadikan sandaran letih. Tuhan mu lah satu-satunya tempat sandaran hati pelipur lirih.
Meski kau jua tak gentar berjuang, sadarlah hadangan di depan tetap tegar kau harus lebih berkobar. Kau boleh berjalan peoan tapi jangan kau tersilaukan indahnya fatamorgana dunia. Sayang, dunia kita tercipta dengan berpasangan pada berbagai hal dan perasaan. Dalam suka mu, kau harus bersyukur jangan pernah biarkan iman mu tersungkur. Dalam duka mu, kau harus tahu caranya menerima, bersadar, dan bangkit untuk berusaha serta tak lupa kumandangan doa mu pada Dia Maha Pemilik Kehidupan.
Jangan lengah anakku, kau adalah manusia sempurna ciptaanNya. Tapi, dunia membuat kita untuk lebih memaklumi arti kesempurnaan.
Walau kita belum pernah bertemu
Tapi ibu selalu mencintai mu sayang.
If you could just feel me in u