Dear Anugrah yang belum kumiliki,
Kita gagal bertemu kali ini. Entah apa yang terjadi pada ibu, semuanya lagi lagi tangis memecah.
Pagi ini, ibu terkejut melihat bercak darah yang membatalkan puasa ibu dan juga memupuskan harapan untuk bertemu dengan mu malaikat kecil.
Padahal ini sudah lebih dari lima puluh hari dia tak datang, seperti mengganti harapan sesaat. Dokter bilang semua baik-baik saja, apakah benar baik-baik saja. Ibu begitu menjaga dengan besar harapan kau kan ada, hadir dalam rahim ini. Tuhan, apakah ada penyakit yang tak terdeteksi tangan hamba mu ini? Ku mohon berilah petunjuk Mu, agar aku dapat memperbaiki semuanya.
Aku merasa begitu bersalah Tuhan, aku harus bagaimana. Smentara ikhlas Mu dalam hati ini apakah benar ikhlas yang kurasakan? Aku terasa begitu sakit mematahkan hati ini sendiri, menyalahkan diri ii, berteriak pada diri agar mendengar apa yang terjadi di lubuk hati ini. Penantian 10 bulan 13 hari ini.
Kini, terasa begitu remuk di perut ini, terasa ada yang redam di punggung ini menahan sakit entah skait apa yang sebenarnya terjadi. Suamiku, dia hanya bisa menasehati, tanpa tahu pasti apa sebenrny yng kini kurasakan. Aku ingin berontak, aku ingin berlari, aku ingin mengetahu bahwa sakit apakah yang begitu terasa ini.
Sayang,
Aku terlalu merindukanmu
Tuhan bilang, itu tak baik.
Namun.... aku hanya bisa berbalik bersama luka yang terus menelisik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar